KENAPA AYAM ADUAN BANGKOK SERING TERJADI LUMPUH & KEMUDIAN MATI?

PROBLEMATIKA : (KASUS MAREK’S)

KENAPA AYAM ADUAN BANGKOK SERING TERJADI LUMPUH & KEMUDIAN MATI?

Saya sering menerima keluhan dari teman teman peng-hobby ayam aduan bangkok, bahwa ayam aduan bangkok mati, dengan gejala kelumpuhan syaraf kaki, kemudian lama2 jadi kurus dan pada akhirnya mati. Mengeluh skali karena ayam aduan harga beli mahal & bagus2 trus lumpuh dan mati. Diyakini kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di daerah saya saja, tetapi di daerah lain di wilayah seluruh Indonesia banyak terjadi.

Kasus kelumpuhan dan pada akhirnya mati ini banyak terjadi juga di unggas lain, ayam kampung, puyuh, kalkun, burung dara, bebek, angsa dll. Tetapi yang baling sering terjadi ya di ayam kampung asli (ayam lokal) dan ayam bangkok. Menurut hasil penelitian laboratorium, kejadian kelumpuhan ini disebabkan serangan virus marek’s, yang menyebabkan kerusakan (syrosis) pada hati, sehingga hati rusak dan tidak bisa melakukan metabolisme makanan, lama kelamaan ayam menjadi kurus dan pada akhirnya mati. Ekses serangan virus marek’s terjadi abnormalisasi syaraf tensus pada pangkal kaki ayam membesar dengan kondisi lumpuh, sering terjadi kaki menyimpang ke depan dan kebelakang. Kondisi ayam kurus, anoreksia, gemetaran dan jalan sempoyongan.

Kejadian kelumpuhan di ayam ras petelur jarang terjadi karena sudah diprogram vaksinasi Marek’s begitu doc anak ayam menetas. Sedang apada ayam pedaging / broiler tidak dilakukan program vaksinasi marek’s dengan pertimbangan masa hidup yang pendek, Cuma sekitar 35 hari dan setelah itu dipotong untuk konsumsi daging ayam.

Memang sesuai aturan Internasional (FAO), sesuai Permentan dan sesuai dengan Juklak Dirjenak bahwa untuk unggas yang dibudidayakan jangka waktu lebih dari 4 bulan, pembibit hukumnya wajib melakukan / memberikan vaksinasi Marek’s kepada doc anak ayam yang di produksi dan diperjualbelikan.

Pada kasus kelumpuhan pada ayam aduan bangkok dimasyarakat memang kenyataanya TIDAK DILAKUKAN VAKSINASI MAREK’S, mau dilakukan pun tentunya sangat sulit. Mengingat jumlah anak ayam sedikit, tersebar dimana mana, harus dilakukan begitu ayam menetas (umur 1 hari), vaksin marek’s relatip harga mahal, dosis tersedia paling kecil 1.000 dosis / vial, teknis melakukanya juga sulit karena cara injeksi subkutan bawah kulit leher dengan menggunakan spuit injeksi otomatis.

DUNIA BANGKOK dengan inovasinya menjembatani keinginan para hobby-es ayam aduan bangkok dalam melaksanakan hobby-nya. DUNIA BANGKOK berinovasi dengan doc yang berkualitas, vaksin lengkap, memberikan rasa aman dan nyaman. Jumlah doc cukup banyak dan seragam umur. Untuk itu bagi para pecinta ayam aduan bangkok, mari bergabung dengan DUNIA BANGKOK! Gunakanlah doc ayam aduan bangkok produksi DUNIA BANGKOK sebagai sumber usaha pembesaran & sumber bakalan indukan sebagai pembibit.

DUNIA BANGKOK! Inovasi baru ayam aduan bangkok!